Senin, 19 Februari 2018

Jackpotting Ancam ATM Sejak 2016, Berbahaya dan Terus Menyebar


BERINDO45 - Pada Juli 2016 sekelompok peretas berhasil mencuri lebih dari USD 2 juta di Taiwan. Uang sebanyak itu diambil dari sejumlah ATM. Tidak dengan model lama lewat skimmer, komplotan itu menggunakan cara baru yang disebut Jackpotting.


Jackpotting sendiri sudah banyak beredar di beberapa kawasan. Awal tahun ini, pemerintah Amerika Serikat lewat beberapa lembaga seperti, FBI, CIA dan Secret Service mengingatkan bahwa Jackpotting telah masuk ke AS. Tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi negara sasaran berikutnya.

Dalam keterangannya Minggu (18/2), pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa jackpotting ini jau lebih berbahaya dibanding teknik skimming pada sistem mesin ATM. Model pencurian dengan jackpotting ini bisa mengakibatkan seluruh uang di dalam mesin ATM terseot keluar.

“Jackpotting sangat berbahaya, dalam waktu singkat bisa menguras mesin ATM. Dalam serangannya, para pencuri ini memerlukan akses fisik ke mesin ATM untuk melakukan instalasi malware langsung ke mesin ATM,” terang chairman lembaga riset keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Ditambahkan Pratama, pendekatan keamanan yang perlu ditingkatkan menghadapi metode jackpotting ini sama seperti skimming, yaitu pendekatan keamanan ATM. Di AS misalnya, pelaku diketahui menyamar menggunakan seragam petugas ATM, sehingga mempunyai waktu yang cukup untuk memasang malware pada ATM.

“Kekhawatiran aparat di AS adalah praktek jackpotting akan menimbulkan ketidakpercayaan pada sistem perbankan. Ini berbahaya, dalam jumlah cukup besar ketidakpercayaan itu bisa menimbulkan krisis ekonomi seperti 1998, dimana masyarakat ramai-ramai menarik uang dari bank,” jelasnya.

Di AS sendiri para pelaku jackpotting menyasar lokasi yang diketahui lambat tanggap penanganannya, baik dari aparat maupun instrumen hukum.  Para pelaku akan berpindah lokasi dan mereka selalu memilih daerah yang kemungkinan minim aparat.

“Kita pasti berharap jackpotting tidak ada di tanah air, namun dengan akses internet yang mudah, teknologi ini akan cepat menyebar. Solusinya memang lebih ke peningkatan keamanan fisik ATM. Masyarakat juga bisa memilih ATM di lingkungan yang lebih tertutup dan dijaga oleh pihak keamanan,” terang pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Bank Indonesia sendiri diharapkan bisa mengingatkan pada para pelaku perbankan untuk waspada sejak dini, agar jackpotting tidak “mewabah” di tanah air. Selain Jackpotting, masih ada pekerjaan rumah lama yang belum selesai, yaitu pemakaian windows XP pada sebagian besar mesin ATM di tanah air. Menurut Pratama ini berbahaya yang meningkatkan resiko kebobolan pada mesin ATM.

7 komentar:

  1. Yuk daftarkan diri anda bersama kami di k.e.l.i.n.c.i.99 ya..
    Di Add Ya kontak 2.B.1.E.7.B.8.4...
    ada CS ANGELNA yang cantik...
    dapatkan freechip 5000 setiap hari nya..

    BalasHapus
  2. ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
    pin bb#58ab14f5

    BalasHapus
  3. ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
    anda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c

    BalasHapus
  4. F4ns Bett1ng
    B0l4, C4sin0, s4bun9 4yam, T0gel dll.. dp50 wd50

    BalasHapus
  5. Kalah melulu main di agen lain?
    mari coba disini Upd4te Bett1ng (7ACD8560)

    BalasHapus
  6. Agen poker terbesar dan terpercaya ARENADOMINO.COM
    minimal depo dan wd cuma 20 ribu
    dengan 1 userid sudah bisa bermain 7 games
    pin BB : D_8_E_B_A_A_7_C

    BalasHapus
  7. ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
    pin bb#58ab14f5

    BalasHapus