BERINDO45 - Langkah pemerintah menambah cuti bersama untuk libur Lebaran dinilai bisa berdampak ganda. Di satu sisi, menghambat aktivitas perekonomian secara nasional dari sisi investasi, namun di sisi lain juga bisa menjadi sumber meningkatnya belanja konsumtif masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Menurutnya, libur Lebaran yang totalnya mencapai 12 hari berturut-turut, merupakan sesuatu yang rawan bagi perekonomian.
“Kita banyak bergantung pada ekspor dan investasi langsung. Libur yang lebih lama akan memperlambat pengurusan perizinan investasi serta arus ekspor dan impor. Sehingga, berimbas pada kelangsungan usaha dan industri,” ujar Bhima, Kamis (19/4).
Di sisi lain, libur Lebaran yang panjang sebenarnya bisa meningkatkan belanja konsumen. Karenanya, Bhima menilai, tujuan pemerintah menambah libur perayaan Idulfitri sebenarnya juga punya imbas positif. Selain mengantisipasi kemacetan pada waktu yang bersamaan, masyarakat punya waktu yang lebih banyak untuk belanja dan liburan.
Namun, ekspektasi kenaikan konsumsi itu bisa jadi tidak tercapai. Itu jika masyarakat malah menghabiskan waktu liburan di rumah saja.
“Sebenarnya, kalau orang bekerja ke kantor atau truk-truk mengantarkan barang ke luar kota, perputaran uang kadang malah lebih banyak terjadi. Penambahan libur ini, saya lihat hanya upaya pemerataan ekonomi dan perputaran uang, dari yang pusatnya di kota, menyebar hingga ke desa,” tutur Bhima.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai, penambahan libur Lebaran atau cuti bersama tahun ini berpotensi mengganggu kegiatan produksi dunia usaha. Karena sudah diputuskan pemerintah, dia pun meminta dunia usaha menyiapkan antisipasi, dengan mempersiapkan produksi sejak dini.
“Kalau libur kelamaan, produksi juga agak berkurang. Tetapi sekarang, bisa diantisipasi oleh pelaku usaha dengan mempersiapkan stok,” ujar Enggartiasto di Gedung Utama Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (20/4).
Menurutnya, penambahan libur Lebaran atau cuti bersama bertujuan mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik. Dengan demikian, proses distribusi barang dan logistik diharapkan lebih lancar.
Selain itu, semakin panjang libur bisa berimbas positif terhadap sektor perdagangan ritel. Pasalnya, momentum liburan biasanya digunakan masyarakat untuk berbelanja dan melakukan kegiatan konsumtif. “Pasti ada plus-minus dari kebijakan penambahan cuti Lebaran,” ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengumumkan bahwa cuti bersama Lebaran tahun ini ditambah tiga hari. Sebelumnya 13–19 Juni 2018, menjadi 11 hingga 21 Juni 2018. Itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan jalan selama arus mudik dan arus balik.
BalasHapusLagi Cari Bandar Togel Online Dengan Games Lainya Yang Lengkap ?
Tapi Gak Tau Situs Mana Yang Bisa Di Percaya ?
Daftar Di : HTTPS://DEWALOTTO.WEBSITE
Minimal Deposit Rp.20.000,-
Minimal Withdraw Rp.20.000,-
Lengkap 1 Userid Dapat Bermain :
Togel, Taruhan Bola, Live Casino & Sabung Ayam
Proses Deposit / Withdraw Kurang Dari 2-3 Menit
Perlayanan Terbaik ( Di Layani CS Yang Ramah )
Website Online 24 Jam / Setiap Harinya
Daftarkan Sekarang Juga : HTTPS://DEWALOTTO.WEBSITE
BalasHapusingin mendapatkan uang banyak dengan cara cepat
di f@ns*p0ker || add pin black.berry 55F97BD0
Ayo Dukung Team Anda Bersama Kami di www(dot)Upd4teBett1ng(dot)co
BalasHapusdepo/wd hanya 50rb saja
BalasHapusBosan tidak tahu mau mengerjakan apa pada saat santai, ayo segera uji keberuntungan kalian
hanya di D*EW*A*P*K / pin bb D87604A1
dengan hanya minimal deposit 10.000 kalian bisa memenangkan uang jutaan rupiah
dapatkan juga bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% :* :*