BERINDO45 - Pasar Ikan Tanjung Luar di Lombok
Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tampak ramai di pagi hari pada akhir
Januari lalu, para pedagang menjajakan ikan-ikan segar yang baru
diturunkan dari kapal.
Di tepi dermaga, tampak sejumlah orang
nelayan bersama-sama menggotong seekor hiu dari kapal menuju Tempat
Pelelangan Ikan (TPI).
Di lantai TPI yang kusam, para nelayan
bergantian meletakkan hiu hasil tangkapan mereka diantara hiu-hiu yang
lain, untuk kemudian dilelang.
Para pembeli yang merupakan
pengepul dari kawasan Lombok, salah satunya adalah Abdul Halim, yang
berkeliling TPI melihat dengan seksama hiu-hiu yang baru tiba.
Dia tampak antusias mengikuti lelang hiu, karena permintaan meningkat menjelang Imlek.
"Meningkatnya
pembeli dari Surabaya, pengekspor itu butuh banyak barang, sebelumnya
masih agak sepi, menjelang Imlek sekarang meningkat lagi," jelas Abdul
Halim.
Bagian yang paling diminati adalah sirip hiu, dan sebagian besar untuk pasar ekspor, jelas pengepul lainnya Haji Ismail.
"Bagian sirip yang paling banyak diminta dikirim ke luar negeri," ungkap Ismail.
Dari
Tanjung Luar, sirip hiu akan di bawa ke Surabaya, Jawa Timur, untuk
diekspor ke sejumlah negara antara lain Hong Kong, Cina dan Taiwan.
Sedangkan
daging dan bagian ikan yang lain sebagian besar untuk pasar domestik,
dan diolah menjadi berbagai produk seperti bakso, kerupuk dan sate oleh
para pengrajin di Lombok Timur.
Tanjung Luar merupakan salah satu pasar hiu terbesar di Indonesia, di sini hiu merupakan tangkapan utama para nelayan.
Di
pagi itu puluhan ekor hiu dari berbagai spesies diperdagangkan, antara
lain hiu kejen atau silky shark yang masuk dalam daftar Apendiks II
Convention on International Trade of Endangered species(Konvensi Perdagangan Spesies Terancam Punah ).
Apendix II merupakan daftar hewan yang akan terancam punah jika perdagangannnya tidak dikontrol.
Sampai
saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hanya melindungi hiu
paus dari perdagangan dan penangkapan. Selain itu, larangan ekspor
diberlakukan untuk hiu martil dan hiu koboi.
Namun di sisi lain,
hiu juga merupakan salah produk perikanan yang menguntungkan dengan
nilai ekspornya mencapai Rp1,4 trillun rupiah pada 2017.
Hiu-hiu ini diperdagangkan untuk pasar internasional dalam bentuk daging, sirip dan tulang hiu, serta hiu hidup.
Cina
merupakan negara tujuan ekspor utama, dengan total nilai ekspor pada
2017 mencapai Rp626 milliar, disusul Thailand Rp356 milliar. Sementara
untuk hiu hidup lebih banyak diekspor ke Hong Kong yaitu 1.098 ekor.
Dirjen
pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP,
Bramantyo Satyamurti, mengatakan upaya perlindungan terhadap ekosistem
laut dilakukan pemerintah dengan mengikuti keputusan CITES dan juga
LIPI yang menentukan kuota tangkap.
"Harus kita ikuti, tapi pahami
juga dari hiu ini penghasilan nelayan cukup bagus, kita pasti akan
melindungi hiu yang dilarang melalui tindakan penegakkan hukum, kalau
hiu ini ditangkap dan dijual sesuai dengan peraturan dan tidak
dilindungi ya tidak masalah, kita hati-hati sekali," jelas Bramantyo.
Berdasarkan kajian KKP, sebagian besar hiu ditangkap nelayan tanpa sengaja atau bycatch dan hanya 20% yang merupakan hasil tangkapan utama.
Wildlife Conservation Society, menilai upaya perlindungan yang
dilakukan pemerintah sudah progresif, namun harus ada sejumlah inisiatif
lain yang perlu dilakukan untuk lebih melindungi populasi hiu.
"Misalnya
kuota diberlakukan sesuai dengan yang diberikan ... (ada) jaminan dari
pengepul sendiri bahwa mereka tidak melakukan perdagangan secara
ilegal," kata Tasrif Kartawijaya, Koordinator program Wildlife
Conservation Society di Nusa Tenggara Barat.
Bagaimana pun
Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Dirjen Pengelolaan
Ruang Laut PRL, Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP, Andi Rusandi,
menyebutkan salah satu upaya perlindungan ini dengan menetapkan kuota
dan pengawasan dalam perdagangan hiu.
"Kuota itu sekitar 400-an kuota tangkap per tahun, jelas dia.
Sementara untuk pengawasan dilakukan di tempat pelangan ikan dan pelabuhan-pelabuhan.
"Kalau
memang ada yang dicurigai dari spesies yang dilarang untuk ekspor, ya
kita periksa melalui laboratorium," jelas Brahmantyo.
Pemerintah menurut, Andi, juga dalam proses mengkaji apakah dari 114 jenis hiu yang telah diidentifikasi itu terancam punah.
"Apakah
melalui kuota ataupun perlindungan penuh maupun perlindungan terbatas,
ada beberapa juga kebijakan yang kita kembangkan ketika dia mengurangi
penangkapan bycatch, jadi hiu anakan, hiu hamil itu harus kita lepas," jelas Andi.
Berdasarkan kajian WSC di Tanjung Luar, sejumlah dikhawatirkan populasi sejumlah spesies hiu telah mengalami penurunan.
"Berdasarkan
penelitian kami di Tanjung Luar, ada beberapa spesies apendix II yang
mengalami penurunan, ini diindikasikan hasil tangkapan mereka mulai
mengecil," kata Tasrif.
"Jika ini berlanjut akan berdampak untuk
jangka panjang karena terkait lamanya hiu untuk bereproduksi, jumlah
anakan sedikit sehingga kita butuh waktu panjang untuk bisa pulih
kembali seperti sediakala," katanya.
Tasrif mengatakan penurunan populasi hiu di alam liar akan berdampak pada ekosistem di perairan.
"Hiu
ini penting untuk dikelola atau diatur pengendalian dan pemanfatannnya
terkait fungsi keberadaan hiu itu di ekosistem perairan di mana hiu itu
sebagai top predator sebagai indikator bahwa sebuah ekosistem itu sehat
atau tidak dilihat dari komposisi rantai makanan yang ada, " jelas dia.
Tasrif
menjelaskan jika fungsi dari predator ini hilang secara otomatis akan
menganggu komposisi atau rantai jejaring makanan di perairan.
Kajian untuk mengetahui populasi hiu di alam liar juga perlu dilakukan dengan cermat.
Usai mengikuti lelang di TPI Tanjung Luar, Ismail tampak memperhatikan hiu-hiu yang telah berhasil di belinya, dengan wajah cerah.
"Permintaan banyak sekarang, ikannya kurang sekali biasanya full ini, jadi harganya bagus," jelas dia.
Ismail mengatakan jumlah hiu yang sedikit yang didapat nelayan hari
itu, membuat harga lumayan tinggi, sehingga menguntungkan para pengepul
seperti dirinya.
Tak jauh dari TPI, nelayan penangkap hiu Ruslan Hakim dan tiga orang rekannya tampak bersiap melaut.
Setelah
hampir sekitar satu jam berlayar, Ruslan bersama rekannya mulai
melempar pancing di lautan, sambil berharap mendapatkan hiu dalam
pelayarannya.
Dia berharap mengeluh hasil tangkapannya tak lagi seperti dulu.
"Semakin
menurun, semakin menurun sekarang, mulai 2002 -2004 itu masih normal,
artinya kita punya modal misalnya Rp5-6 juta bisa tertutup ".






ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
"Promo www.Fanspoker.com :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup
|| bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||
"
F4ns Bett1ng agen judi online aman dan terpercaya
BalasHapusJangan ragu, menang berapa pun pasti kami proseskan..
Daftar sekarang dan pasang jagoammu (Upd4te Bett1ng)
BalasHapusminimal depo/wd hanya 50rb
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
Untuk mempermudah kamu bermain guys ajoqq menghadirkan 7 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusdimana lagi kalau bukan di ajoqq,,, Pin BB: 58cd292c
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5