BERINDO45 - Sekelimut kisah miris terselip dalam
kecelakaan bus maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, akhir pekan
lalu yang menyebabkan 27 orang meninggal dunia dan mereka adalah anggota
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata, Ciputat, Tangerang Selatan.
Salah
satu korban yang selamat, Karmila, menuturkan pengalamananya keluar
dar bus dengan susah payah setelah bus itu terjatuh, terguling dan
kemudian berhenti.
Meski warga sekitar berdatangan, mereka tidak
bergerak menolong, malah merekam situasi mencekam yang terjadi dengan
gawai mereka.
Bahkan, ketika perempuan berusia 44 tahun ini
berhasil keluar dari bus dan berniat meminjam gawai salah satu warga
untuk menelepon kerabatnya, warga itu enggan meminjaminya.
Namun mereka terus merekam peristiwa penyelamatan korban kecelakaan.
Hal ini sontak menuai kecaman warga net.
Seperti yang diungkapkan pemegang akun Twitter @giewahyudi.
Miris baca cerita korban kecelakaan di Tanjakan Emen beberapa hari lalu.— Gie Wahyudi (@giewahyudi) February 14, 2018
Warga sekitar ga mau nolong, malah sibuk merekam. Saat dipinjami handphone untuk menghubungi keluarga, mereka menolak dengan alasan ga punya pulsa dan baterai habis. Tapi tetep terus merekam. 😠😠😠 pic.twitter.com/kyt7AqpUuX
Senada, pemilik akun @Dadbosco pula menceritakan pengalamannya ketika
travel yang ia tumpangi mengalami kecelakaan di jalan tol.
Sopir dan satu penumpang terjepit di bagian depan mobil, sementara dirinya dan penumpang lain berusaha keluar mobil.
Ketika
dirinya berteriak minta tolong kepada kendaraan yang lalu lalang.
Mereka berhenti, namun sibuk mendokumentasikan dan enggan terlibat dalam
proses penyelamatan.
Ga tau kemana hati nurani orang yg di dalam mobil2 yg ga mau berenti tadi— Dad Bosco (@Dadbosco) February 14, 2018
Mgkn mrk cm sibuk mendokumentasikan kecelakaan kami atau takut terlibat atau jadi saksi ?
Ya cukup tau saja ternyata masyarakat kita mmg msh kurang peduli dgn kesusahan org lain
Pemegang akun @bravado tak kalah geramnya. Ia lalu menautkan beberapa
nomor darurat yang bisa dihubungi ketika terjadi kecelakaan.
Kalo linenya terlalu sibuk, coba lebih spesifik.— o.O (@bravocado) February 10, 2018
Polisi: 110
Pemadam kebakaran: 113
Ambulans: 118
Gak begitu sulit sepertinya untuk mengingat 4 nomor tsb. Kebalikannya melupakan mantan kok.
Pengamat media sosial, Nukman Luthfie, memandang fenomena ini
menggambarkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengaktualisasikan
diri di media sosial.
Di tengah era media sosial dan internet
cepat seperti sekarang, menurut Nukman, masyarakat cenderung memiliki
keingingan menjadi orang pertama yang mengabarkan suatu hal, terutama
hal-hal yang bakal menimbulkan perhatian massal.
"Biasanya yang
mendapat perhatian massal itu kecelakaan, kebakaran, anak hilang, dan
seterusnya, yang publik akan sangat perhatian sama itu. Publik di media
sosial itu ada kecenderungan untuk menjadi yang pertama mengabarkan,"
ujar Nukman kepada BBC Indonesia, Kamis (15/02).
Maka dari itu, ketika suatu peristiwa terjadi, mereka langsung merekam dan memotret dengan gawainya.
"Jadi ada semangat untuk menjadi jurnalis warga," kata dia.
"Ini mungkin terinspirasi oleh viralnya video tsunami di Aceh yang
kemudian diputar di TV berulang-ulang dan lain-lain," imbuhnya.
Tak
hanya ketika terjadi kecelakaan, Nukman menuturkan fenomena serupa juga
terjadi pada saat terjadi insiden serangan bom di Sarinah, Jakarta
Pusat, pada awal tahun 2016.
"Warga berdatangan ke sana hanya
untuk merekam, bahkan ada beberapa orang yang sudah dilarang polisi,
masuk ke Sarinah, ketika tembak-tembakan terjadi antara polisi dan
teroris."
"Kenapa? Karena keinginan untuk menjadi yang pertama. Merasa kalau sudah menjadi yang pertama, akan viral," tandasnya.
Hal serupa kembali terjadi pada serangan bom yang terjadi serangan bom di Kampung Melayu, tahun lalu.
Lalu, mengapa orang-orang hanya mendokumentasikan namun enggan
menolong? Apa yang membuat orang mengabaikan orang lain yang membutuhkan
bantuan?
Ahli psikologi dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk menuturkan, penjelasan yang masuk akal adalah efek bystander (bystander effect) dan diffusion of responsibility, yang merupakan istilah psikologi sosial ketika orang tidak membantu dalam situasi darurat jika ada saksi lain yang hadir.
Terinspirasi
dari peristiwa pembunuhan Kitty Genovese pada tahun pertengahan 1960-an
di New York, AS. Ketika hendak pulang ke apartemen dari tempat
kerjanya, dia ditikam dari belakang dari belakang oleh seorang pria.
"Terus
dia minta tolong. Padahal lampu di apartemen itu masih nyala semua.
Tapi tidak satu pun menolong, karena saling lihat-lihatan."
"Sampai dia dua kali menjerit minta tolong, tidak ada juga yang menghubungi polisi. Semua saling melihat," ujar Hamdi.
Di sini lah terjadi efek bystander tersebut terjadi.
"Jadi kadang-kadang semakin banyak orang menyaksikan itu, malah bukan pertolongan yang terjadi," kata dia.
Menurut dia, saat ini fenomena bystander effect makin menjadi-jadi seiring makin banyaknya orang yang hanya menonton, bukannya menolong.
"Semakin banyak bystander,
malah bukan pertolongan makin cepat, orang makin berpikir 'Loh kalau
udah terjadi gini kan yang harus nolong polisi, bukan saya dong. Saya
kan hanya orang yang menyaksikan'. Dia akan makin banyak mengandalkan
pada otoritas."
Justru ironis, lanjut Hamdi, teori psikologi
sosial menunjukkan orang malah akan sigap menolong, kalau yang
menyaksikan sedikit.
"Semakin banyak orang, malah nggak nolong," tukasnya.
Hal ini diperparah dengan fenomena baru di tengah era media sosial, yaitu sense of publicity.
"Dia senang menjadi orang yang mem-publish. Karena dalam hukum publikasi, siapa yang cepat dia paling unggul. Jadi orang berlomba-lomba siapa yang paling dulu merekam."
"Jadi manusia dan era digital ini punya perilaku yang kontraproduktif."


ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
"Promo www.Fanspoker.com :
BalasHapus- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
- Bonus Referal 20% Seumur Hidup
|| bbm : 55F97BD0 || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||
"
F4ns Bett1ng agen judi online aman dan terpercaya
BalasHapusJangan ragu, menang berapa pun pasti kami proseskan..
Daftar sekarang dan pasang jagoammu (Upd4te Bett1ng)
BalasHapusminimal depo/wd hanya 50rb
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
Untuk mempermudah kamu bermain guys ajoqq menghadirkan 7 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusdimana lagi kalau bukan di ajoqq,,, Pin BB: 58cd292c
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5