BERINDO45 - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
mengunjungi rumah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan,
Minggu (25/2). Anies mengunjungi rumah sepupunya itu di kawasan Kelapa
Gading, Jakarta Utara, beberapa hari setelah kepulangan Novel dari
Singapura untuk menjalani perawatan mata kerena disiram air keras orang
tak dikenal.
Anies bertolak ke rumah Novel usai acara di kawasan
Sunter. Tak ada sambutan atau pengamanan khusus di rumah Novel saat
Anies tiba sekitar pukul 10.30 WIB.
Anies mengaku tak membahas
soal kasus teror air keras pada Novel yang tak kunjung selesai hingga
saat ini. Ia dan Novel hanya bicara soal keluarga.
"Kami ngobrol soal keluarga. Tentang kami,
tentang anak-anak, tentang keluarga, tentang orang tua-orang tua kami,"
kata Anies di usai bertemu Novel.
Karena Novel sepuluh bulan
dirawat di Singapura, keduanya lama tak berteamu. Karena itu ada ide
untuk menggelar pertemuan keluarga.
"Ada keinginan rencana itu. Tapi nanti kita lihat karena bang Novel tanggal 18 harus kembali lagi ke Singapura," ujar Anies.
Novel
memang harus menjalani operasi utama mata kirinya. Saat ini mata
kirinya sama sekali belum bisa melihat karena siraman air keras.
Sementara itu, Novel mengatakan kedatangan
Anies sebagai bentuk dukungan keluarga selama ini. Kehadiran Anies
menjadi ajang temu kangen keduanya.
"Saya selama ini pengobatan dan tentunya doa semua keluarga itu lah yang menjadi pendukung dan penguat," ujarnya.
Novel
tiba di Indonesia, Kamis (22/2) lalu setelah melakukan perawatan obat
di Singapura. Mata sebelah kirinya harus dioperasi setelah diserang
menggunakan air keras pada April 2017.
Sepuluh bulan berlalu,
hingga kini Kepolisian belum juga bisa menyelesaikan teka teki kasus
Novel. Kepulangan Novel dipandang sebagai langkah mempermudah
penyelidikan
.
"Penyidik masih memerlukan informasi kami
bisa melakukan pemanggilan misalnya yang bersangkutan masih mempunyai
informasi yang belum disampaikan kepada penyidik, tentunya lebih
memudahkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Argo
Yuwono.
Sementara, Presiden Joko Widodo masih menunggu laporan
penyelidikan Polri dalam kasus tersebut. Jokowi menegaskan akan mengejar
perkembangannya ke Polri dan akan mengambil langkah tertentu jika Polri
menyerah.
"Kami kejar terus Polri. Kalau Polri sudah begini (angkat tangan), baru kami mulai step yang lain," ujar Jokowi.
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
Dukung tim bola kesayangan Anda dengan pasaran bola terbaik di www(dot)Upd4teBett1ng(dot)com
BalasHapusAyo daftarkan diri Anda di F4ns Bett1ng
BalasHapuspin bbm 5ee80afe