BERINDO45 - Satu lagi mantan anak buah Presiden Joko Widodo ikut
pertarungan kepala daerah. Maju dari partai oposisi pemerintah.
Sebelumnya nama mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta.
Diusung Partai Gerindra dan PKS. Hasilnya menang dan menjabat sebagai
gubernur di Ibu Kota. Kini mantan menteri energi dan sumber daya mineral
(ESDM) Sudirman Said juga mencoba peluang serupa.
Nasibnya sama seperti Anies. Sudirman diusung Partai Gerindra dan
PKS. Diberi kesempatan maju di Pilgub Jawa Tengah. Bertarung dengan
calon incumbent sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Tawaran
itu diterima. Bagi dirinya ini merupakan mandat harus dijalani.
Kesempatan masuk dalam politik praktis tak mau dibuang begitu saja.
Segudang pengalaman pernah diemban. Mulai dari menjabat direktur utama
di perusahaan BUMN, mantan menteri hingga membantu Anies-Sandiaga
sebagai tim sinkronisasi di Pilgub DKI. Segala hal itu menjadikan
dirinya perlahan paham dan terbiasa berkomunikasi dengan para petinggi
partai.
Pria asal Brebes, Jawa Tengah, ini juga merasa kesempatan ini sebagai
panggilan. Setelah banyak dorongan dan pandangan dari banyak pihak
memintanya maju. Kemiskinan dan kesejahteraan menjadi paling disorot.
Khususnya di wilayah Jawa Tengah. Dia merasa banyak keganjilan peran
pemerintah dalam mengatasi dua masalah itu.
"Saya agak tidak bisa menerima karena ini Jawa. Jawa itu kan pulau
paling maju, paling subur jadi kemiskinan adalah hal yang bisa kita
atasi dengan cepat," kata Sudirman kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu
di Jakarta.
Berikut wawancara khusus wartawan merdeka.com dengan Sudirman Said.
Banyak hal dibahas. Dari mengenai kondisi Jawa Tengah dan akhirnya
memutuskan ikut kontestasi pemilihan kepala daerah.
Apa yang mau dikerjakan di Jawa Tengah?
Sederhana, Jawa Tengah itukan jawa, ada di tengah pulau paling maju
tapi untuk ukuran angka kesehatannya menunjukkan mundur. Itu berdampak
pada isu kemiskinan yang diakui Ganjar dalam hal kemiskinan dia gagal.
Jawa Tengah itu menyimpan 50 persen dari seluruh penduduk miskin dari 28
juta jiwa. Kebetulan kampung saya di Brebes juga penerima beras raskin
terbesar secara nasional. Agak menyedihkan karena itu adanya di Jawa.
Nah semua ini bisa diatasi dengan cepat karena di Jawa Tengah menjadi
kawasan elit nasional karena sekolah elit militer pertama di Jateng,
sekolah pamong praja pertama. Dari sisi potensi alam juga luar biasa,
ada 16 atau 17 kota yang mengakses ke jalur pantai, jadi tidak alasan
untuk kita ketinggalan.
Tadi saya menyebut IPM yang di bawah rata-rata nasional, kalau kita
bandingkan dengan Jabar dan Jatim, APBD-nya meningkat dalam 5 tahun
terakhir. Nah kita ini masuk yang landai, jadi tidak ada lompatan yang
signifikan. Rasanya kalau dipimpin dengan baik dan pendekatan manajerial
yang terkonsep, masalah itu bisa kita hadapi. Apa yang berbeda? Saya
percaya gubernur itu bukan bos tapi panjang tangan presiden, pemainnya
adalah para bupati dan wali kota yang dipilih langsung rakyat.
Gubernur menjadi satu pimpinan untuk melakukan keseragaman di seluruh
provinsi. Caranya ya tadi, bukan jadi bos tapi jadi pendengar,
fasilitator, bertanya apa yang dibutuhkan kabupaten itu karena secara
otonomi daerah kita tahu. Jadi kita tampil sebagai fasilitator. Memahami
sebaik mungkin keinginan para bupati dan kepala daerah sebagai
penghubung dari pemda ke pemerintah pusat.
Yang mungkin bisa jadi tugas adalah bagaimana cara mencari akses,
karena saya pernah di kabinet, dan kita punya jejaring sehingga bisa
mencari agar investasi bisa masuk karena kita pernah menjadi produksi
paling atraktif nomor dua dari segi investasi. Tapi memang secara
kenyataan tidak banyak investasi besar yang masuk, itu yang mesti
diperhatikan.
Sampai di mana prosesnya sekarang, teman-teman tahu saya sudah
melakukan pendaftaran dan sekarang sedang tahap verifikasi, hampir
semuanya tidak ada masalah, tanggal 12 akan ada pengumuman penetapan
calon dan selanjutnya pengundian nomor. Dan saat ini kita sedang
menunggu hasil verifikasi. kita juga tengah membangun komunikasi dengan
jaringan baik dari partai politik, atau yang lainnya.
Saya memercayai bahwa proses seperti ini harus ditempuh, saya banyak
ketemu orang, mulai dari akademisi, pemilik pesantren dan pengusaha.
Mereka mengatakan cukup lama di Jawa Tengah tidak memperoleh pemimpin
yang punya leadership. Jadi mereka bilang, siapa tahu ini waktunya.
Kenapa Anda akhirnya memutuskan untuk ikut pertarungan di Pilgub Jawa Tengah?
Ya sebetulnya interaksi dengan komunitas politik sudah cukup lama.
Sebagai aktivis organisasi juga dulu bolak-balik ke DPR memberikan
penjelasan, testimoni melakukan lobi ke sana kemari jadi komunikasi
dengan partai politik besar sudah dilakukan sejak lama. Kalau masuk ke
politik praktis mungkin baru pertama kali. Nah yang membawa saya ke sini
sebetulnya adalah mulanya ketika saya membantu Pak Anies dan Bang Sandi
untuk tim sinkronisasi.
Di situ saya mempelajari peraturan, pemerintah daerah juga
berinteraksi dengan para pimpinan partai karena saya harus lapor
beberapa kali. Lalu ada beberapa dorongan-dorongan ke arah sana dan
sebagian yang saya temui mengatakan pandangan. Ya punya reputasi yang
baik, punya track record, punya pengalaman bekerja jadi coba dicek
kemungkinan ikut Pilgub Jawa Tengah.
Anda dikenal sebagai mantan direktur utama di perusahaan
BUMN, mantan menteri ESDM dan terakhir menjadi bagian tim sinkronisasi
Anies-Sandi di Pilkada DKI. Dengan capaian itu, apakah sudah merasa
menjadi modal cukup untuk ikut maju sebagai pemimpin daerah?
Tentu tidak ada resep yang mutlak atau rijit tapi saya merasa
kelengkapan pengalaman di tiga sektor, di private sektor, korporasi dan
pemerintahan dan juga di pergerakan, rasanya itu saling melengkapi. Dan
saya percaya pemimpin siapapun itu yang punya pemahaman di tiga sektor
itu akan menjadi bekal yang baik untuk menjalankan tugasnya.
Dari kaca mata Anda, bagaimana melihat masyarakat Jawa Tengah? Mulai dari kultur, sosial-politik hingga anak mudanya?
Tentu makin ke sini kan batas-batas daerah dan batas budaya itu makin
cair, kalau anak sekarang ya enggak jauh bedalah yah, seleranya,
perilakunya sama dengan teman-teman di Jakarta dan kota, tapi itu kan
sebagian kecil. Tapi sebagian besar masyarakat Jawa Tengah kan
masyarakat pedesaan. Saya mendapatkan tips dari Prof Subroto mantan
menteri ESDM, beliau mengatakan masyarakat jateng adalah masyarakat yang
respect kepada pemimpin, nurut, hormat. Jadi asal dibawa ke
tempat-tempat yang bener sebetulnya hubungannya bisa cepet.
Nah saya meyakini itu dan karena itu memang betul masyarakat Jateng
hormat kepada pemimpinnya, pemimpin yang baik. Kalau kita bisa memiliki
kepemimpinan, leadership yang baik pasti dukungannya sangat kuat.
Bagaimana Anda melihat kondisi Jawa Tengah lima tahun terakhir? Apa yang sekiranya perlu dibenahi maupun dilanjutkan?
Saya menyebutnya ruang perbaikan, saya tidak ingin menyorot siapa
pun. Jadi semua orang bicara soal kemiskinan yang cukup akut. Di kampung
saya masih ada cerita bayi meninggal gara-gara tidak dilayani dengan
cepat, di Brebes. Karena jalan berkilo-kilo meter, berjam-jam. Sampai di
rumah sakit tidak dilayani dengan cepat jadinya meninggal.
Saya kemarin masih mendengar cerita bahwa seseorang yang makan pun
masih susah dan itu masih ada. Saya agak tidak bisa menerima karena ini
Jawa, Jawa itu kan pulau paling maju, paling subur jadi kemiskinan
adalah hal yang bisa kita atasi dengan cepat. Jadi infrastruktur,
meratanya pembangunan dari utara dan selatan.
Selama ini pembangunan di mana yang lebih maju dan tertinggal di Jawa Tengah?
Yang jelas daerah selatan itu relatif tertinggal, jalan-jalan di
Selatan itu banyak yang rusak mungkin karena jauh dari pusat
pemerintahan. Jadi ini nanti kuncinya adalah bagaimana pemerintah itu
terus memperhatikan dengan pemerataan. Kemudian soal-soal kesempatan
kerja.
Jadi angka pengangguran cukup tinggi dan kita harus dorong supaya
proses penciptaan lapangan kerja ini lebih cepat dan lebih banyak dan
yang lain-lain industri pariwisata kita punya yang potensial sekali.
Kreatif, batik
ada di mana-mana dan batiknya coraknya macam-macam, pusatnya di Jawa
Tengah. Solo berbeda dengan Lasem, Lasem berbeda dengan Pekalongan,
daerah Banyumas. Jadi ini hal-hal yang tadi saya sebut ruang perbaikan
untuk dilakukan perbaikan-perbaikan.

ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
Ayo daftarkan diri Anda di F4ns Bett1ng
BalasHapuspin bbm 5ee80afe
Terpercaya, Berpengalaman, CS ramah dan online 24 jam.
BalasHapusGabung dengan kami (www,updatebetting,co) dan dapatkan cashback 3% setiap minggunya.
lagi cari bandar togel.. gabung saja di dewalotto.com
BalasHapusselain ada togel ada games dan casino juga
depo wd cuma 20 ribu
Wujudkan impian anda hanya di dewalotto.com
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5