BERINDO45 - Menkumham Yasonna Laoly menyindir penegak hukum yang tidak adil
dalam menghukum pelaku narkoba karena lebih banyak figur publik yang
mendapat rehabilitasi. Ahli hukum pidana dari Universitas Al-Azhar
Suparji Ahmad mengatakan setuju dengan sindiran tersebut karena
kenyataannya seperti itu.
"Pernyataan itu betul kalau kemudian
hukum bersifat diskriminatif dan pertimbangannya soal kaya dan miskin
itu suatu kondisi yang sangat menyedihkan," kata Suparji di restoran
Oemah Sendok, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2018).
Ia mengatakan
Menkumham adalah pembantu presiden. Suparji menilai pernyataan itu
seharusnya diberitahukan kepada polisi, jaksa, dan hakim. Sebab,
menurutnya, hukuman pelaku narkotika tak terlepas dari peran jaksa dan
hakim.
"Menkumham kan bagian dari pemerintah yang kemudian Menkumham juga
pembantu presiden sebagaimana Jaksa Agung. Jaksa Agung ini penting dalam
penyambung hukum, dia ini kan tergantung mau dituntut berapa.
Semestinya itu lebih disampaikan kepada Kejagung sebagai bagian dari
pemerintahan ini agar bisa dengan benar dan adil," ujarnya.
Ia
mengatakan Menkumham harus membicarakannya dengan polisi dan kejaksaan
jangan sampai mendiskriminasi hukuman terhadap pelaku narkoba. Sebab,
kejaksaan merupakan penuntut beratnya hukuman, sedangkan hakim akan
mempertimbangkan.
Sebelumnya diberitakan, Menkumham Yasonna Laoly menyindir penegak hukum yang bisa dibilang kurang fair
dalam menghukum pelaku narkoba. Yasonna menilai terkadang hukuman
rehabilitasi pelaku narkoba hanya bagi orang kaya atau orang tenar.
"Jadi maka pendekatan kita dalam menangani narapidana atau warga binaan narkoba itu harus rehabilitasi. Kalau masukin
terus. Janganlah orang top saja yang direhabilitasi. Raffi Ahmad,
anaknya Rhoma Irama. Tapi yang nggak punya uang tangkap masuk ke dalam,"
kata Yasonna di kantor Kemenkumham, Jalan Rasuna Said, Jaksel, Jumat
(26/1).
Yasonna menilai tidak adil bila rehabilitasi hanya
ditujukan bagi kalangan atas. Sedangkan orang yang tidak mempunyai uang
harus dimasukkan ke penjara.
"Ini nggak fair. Maka saya
katakan, paradigma dalam menangani narkoba harus rehabilitasi. Paradigma
itu. Karena ada kesalahan masyarakat, bukan kesalahan, ini kita
membantu," ujarnya.
Ayo Dukung Team Anda Bersama Kami di www(dot)Upd4teBett1ng(dot)com
BalasHapusdepo/wd hanya 50rb saja
Ayo daftarkan diri Anda di F4ns Bett1ng
BalasHapuspin bbm 5ee80afe
ayo bergabung diajoqq , silakan coba keberuntungan anda disini dan menangkan ratusan juta rupiah,hadiah menantikan
BalasHapusanda silakan bergabung invite pin bb#58cd292c
ingin wujudkan impian anda , raih kesempatan dan menangkan ratusan juta rupiah hanya di ionqq,silakan invite
BalasHapuspin bb#58ab14f5